Lupa Caranya Untuk Bersyukur

3 03 2010

Menjelang minggu terakhir bekerja sebagai konsultan di perusahaan ‘tercinta’  , banyak hal yang musti dibenahi. Urusan – urusan administrasi harus jelas, segala gadget  yang dipinjamkan oleh perusahaan harus dikembalikan (seperti laptop…dan…mmm kayaknya cuma itu:D )

Timesheet terakhir harus dikumpulkan, supaya nanti kalau dipalakin sama teman – teman buat traktiran perpisahan ada dananya🙂

Sebagai karyawan yang tiga hari lagi akan resign, saya merasa seperti alien di perusahaan sendiri atau ‘segera menjadi mantan perusahaan’ .

Bulan lalu yang lain naik gaji , saya tidak dapat karena akan resign, minggu ini yang lain pada training saya tidak bisa ikut karena akan resign. Masuk ke kantor pun rasanya cuma formalitas sambil menunggu hari – hari terakhir.

Rasanya seperti ada seseorang yang menarik paksa saya keluar dari lingkaran ‘keseharian’ saya. Zona aman saya, ‘ kantor saya’ , meja saya , ‘teman saya’ , lingkungan kerja  saya, semua akan berubah dalam waktu tiga hari saja.

Perlahan saya mulai merasa kesedihan dan kegelisahan yang tidak jelas, sedikit demi sedikit mulai merayapi saya.

Kemudian , saat saya mengeluhkan hal ini kepada teman saya, dia berkata “mungkin saya hanya lupa  untuk bersyukur”

” Jika saya lebih bersyukur, maka kepergian saya dari tempat yang lama akan terasa lebih lega, sehingga saat saya datang ke tempat yang baru , saya akan menyadari bahwa keputusan saya untuk pindah adalah yang terbaik”

Mungkin setelah sekian lama saya tidak pernah ‘benar – benar’ secara tulus bersyukur kepada Tuhan, saya menjadi lupa caranya untuk bersyukur.

Segala sesuatu yang baik yang diberikan oleh-Nya jadi tidak terlihat, yang terasa hanya hal – hal yang terlewatkan.

Ok, kalau begitu sebaiknya dicoba, mulai dari sekarang.:)


Actions

Information

3 responses

14 04 2010
sari gin'z

ipehku sayankk..
lo jadi ngingetin g sm lirik lagu ini, kurang lebih bunyinya gini :

“Bila topan k’ras melanda hidupmu, bila putus asa dan letih lesu
berkat Tuhan satu-satu hitunglah, kau niscaya kagum oleh kasih-Nya..”

Kadang buat kita, hal2 yang kita miliki sekarang, kesehatan, nafas yang ditiupkan setiap pagi, pekerjaan, orangtua, teman2, dan segala sesuatu yang ada di sekeliling kia, kita anggap hanya sebatas “bahwa memang itu sudah sepatutnya ada”.

Padahal semua itu BERKAT Tuhan yang besar buat kita..
Gmn kalo besok pagi, kita nggak bs bangun lagi?
Pekerjaan kita hilang?
Kita tiba2 jatuh sakit?

Kalau kita lihat ke belakang, kita hitung lagi satu2 berkat apa yang sudah Tuhan berikan buat kita, kita akan menyadari bahwa DIA luar biasa, dan RANCANGANNYA tiada duanya.

Jaadi, mengucap syukurlah kawan (^_^)

Gbu

14 04 2010
drew

ciehhh sari…bijak sekali kata-katamu nak hihihii, diserap baik-baik tu peh wkwkwk

28 01 2011
dealer pulsa

kadang pas merasa susah sulit untuk sekali menyatakan syukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: