Misteri lenyapnya dua butir bakso

19 07 2009

Sejak di Jakarta , aku sudah 3 kali gonta – ganti kos. Dari kos – kosan menteng , yang walaupun hommy banget, terpaksa ditinggalkan karena jauh dari tempat kerja. Kos – kosan tugu tani , yang walaupun strategis dan dekat dengan kantor, tapi sangat tidak nyaman karena harus sharing kamar mandi di kos ‘campur’ tersebut , soalnya sangat tidak menyenangkan jika harus ngantri ‘kamar mandi’ di awal pagi , belum lagi kalo airnya habis, belum lagi kalo pemakai kamar mandi sebelumnya agak sedikit..hmmm apa kata yang tepat  “jorok” . Maka sampailah aku pada kos ketiga , yaitu kos kebon sirih, boleh dibilang kos yang ini adalah ” the one” . Ibarat cowok , kos ini adalah mr right😀 . Kos cewek , yang deket banget dari kantor, strategis , ada kamar mandi dalam kamar ,di kamarku ada jendelanya , tenang , penghuninya baik, ada mbaknya yang suka bersih – bersih , punya kulkas dan dapur. It’s the best kos ever, emang sih agak sedikit mahal, tapi privasi dan kenyaman itu memang mahal harganya. so it’s worth it.

Aku tahu , di balik segala sesuatu yang baik pasti ada sisi buruk , ibarat there is no mr perfect , so is my kos , is not perfect. Tapi berdasarkan pengalaman yang sudah – sudah dengan kos – kos yang telah lalu, dan semua kesibukan yang terjadi masa pra pindah kos , ditambah dengan kelelahan masa pasca pindah kos , belum lagi mahalnya biaya pindah kos , maka  i reach my ground with this one. Apapun kekurangan kos yang ini aku terima dengan lapang dada.  Seperti : saat aku tahu bahwa kos ini tidak menyediakan lemari , aku menjadikan kardus sebagai lemari sementara, saat pintu kamar mandinya tidak bisa ditutup , aku menutup pintu kamar dan jendela setiap kali aku akan mandi, saat kamar ku yang mahal ternyata tidak dilengkapi dengan ac, maka aku merasa nyaman dengan menyalakan dua kipas angin sebagai penggantinya. Seperti pasangan yang baru jatuh cinta, aku mentoleransi setiap kelemahan yang dimiliki oleh kos baruku, tidak hanya itu, aku belajar menerima semua kekurangan  itu dengan lapang dada , dan aku benar – benar tulus dan mencintai kosku apa adanya.

Sampai suatu hari… suatu keanehan mulai terjadi.

Pemilik kosku menyediakan dapur sebagai fasilitas kos, didapur itu ada kulkas , kompor gas lengkap dengan gasnya. Dan aku yang memang suka memasak ( aku bilang suka bukan pintar ) sangat menghargai nilai sebuah kulkas. Kulkas ibarat kuil bagi koki , betapa tidak , dengan kulkas kita bisa menyimpan bahan-bahan makanan selama berhari -hari , aku bisa belanja sekali seminggu dan bukannya tiapa hari karena kulkas. Aku bisa menikmati minuman dingin kapan saja karena kulkas, dan aku bisa menyimpan makanan olahan seperti sosis , bakso … terutama bakso karena semua orang tahu AKU  SUKA BAKSO.

Sampai aku menyadari, kalau ada orang yang suka mengambil bahan-bahan makanan yang kusimpan di kulkas secara diam-diam. Sebenarnya aku merasa agak sedikit aneh ketika telur yang kusimpan berkurang, tapi yang benar – benar mengejutkan dan tidak bisa kutoleril adalah ada yang mengambil BAKSO kesukaanku dari dalam kulkas. Aku sangat shock dan sedih. Yang pertama aku sangat suka bakso, bakso ibarat barang berharga bagiku, yang kedua orang tersebut sengaja mengambilnya, soalnya bakso tersebut tersimpan di dalam plastik didalam sebuah kotak yang kuletakkan di kulkas, dan orang tersebut membuka kotaknya merobek plastiknya dan mengambil bakso urat kesukaanku, dan yang paling tidak bisa diterima adalah orang tersebut tidak bilang padaku.

Sebenarnya aku punya dugaan siapa yang mengambilnya, tapi aku tidak punya bukti , dan  jika tidak punya bukti itu artinya tuduhan. Aku merasa jahat karena mempunyai dugaan ini, tapi aku tidak bisa bertanya dengan terang-terangan karena aku tidak suka menyinggung seseorang, itu hanya bakso , maksud aku walaupun aku sangat suka bakso tapi itu bukan dasar yang kuat untuk menyinggung seseorang. Banyak orang berpendapat jika kita sangat suka sesuatu kita harus memperjuangkan hal itu mati – matian , tapi aku merasa hal itu benar hanya jika kita tidak melukai orang lain dalam prosesnya.

Walaupun sangat kesal , aku tahu bahwa bakso yang hilang dapat dibeli lagi, toh sebungkusnya cuma 5 ribu, tapi aku berharap bahwa orang itu dapat berhenti mengambil makanan ku tanpa ijin, mengambil barang orang lain itu kan tidak baik, walaupun yang diambil itu cuma dua butir bakso yang harga sebungkusnya 5rb, tapi tetap saja itu bukan perbuatan yang baik.


Actions

Information

3 responses

24 07 2009
chain

luCu dan keren tulisan kamu…

salam kenal

26 07 2009
hear2me

@chain : iyah salam kenal juga dan makasih.

5 09 2009
ceu_mumun

hahahahahaha,,,,
emang peh gak ada kosan senyaman kosan dederuk 3 kan????
uda tempatnya ok, strategis, bersih, fasilitas lengkap apalagi orang2xnya (anak kosan) yg penuh kekeluargaan bener gak??????
dasarrrr ya miss pentolan!!!gak pernah absen makan bakso hahaha
kangen mie joyo gak peh????gw juga da lama neh gak makan mie joyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: