Dulu waktu jaman-jamannya ” siaran radio masih booming” , my favorite program adalah business for today di pass FM. Businees for today adalah suatu program kecil dengan durasi 5 – 7 menit , yang isinya memberikan advice atau motivasi – motivasi dari para motivator terkenal , yang ditujukan kepada kalangan businessman dengan topik yang bervariasi setiap harinya. Salah satu quote yang tidak terlupakan dalam salah satu topik program tersebut adalah ” apakah kita ingin menjadi ikan besar di kolam kecil atau ikan kecil di kolam besar ?”
Apa maksud dari perkataan tersebut ? Kadang seorang yang bekerja di suatu perusahaan / bisnis tertentu , seiring bertambahnya waktu , ia akan menjadi besar di tempat tersebut , sehingga jika ada kesempatan akan tawaran bisnis / perusahaan yang lebih besar , orang ini akan menjadi agak bingung , karena semakin besar bisnis / perusahaan tersebut akan semakin besar pula faktor resiko dan tekanannya , ditambah lagi ketika dia masuk ke dalam perusahaan / bisnis baru tersebut maka ia akan mulai lagi dari awal , ia akan menjadi ikan kecil di kolam besar . Maksud terselubung dari kalimat ini bisa juga diartikan , bahwa kadang-kadang orang suka terperangkap dalam zona amannya , sehingga ketika ada peluang yang lebih besar ia mengabaikannya. Seseorang cenderung akan merasa lebih aman dan nyaman menjadi ikan besar di kolam kecil daripada menjadi ikan kecil di kolam besar . Namun fakta yang paling sering terlupakan adalah sang ikan besarpun awalnya merupakan ikan kecil juga. Hal ini berarti besar kecil kolam sangat subyektif dalam pandangan kita , kenapa demikian? karena besar kecil kolam sangat berbanding lurus dengan besar – kecil sang ikan. Semakin besar sang ikan maka kolam besarpun akan semakin kecil .
Lalu kenapa saya berbicara panjang lebar mengenai hal ini ? Mungkin saat ini saya sedang dihadapkan dilema yang sama , saya sedang bertanya-tanya pada diri sendiri , apakah saya cukup puas menjadi ikan besar di kolam kecil , ataukah saya bersedia melakukan perubahan dan kembali menjadi ikan kecil di kolam yang lebih besar.
Hmmm… hmmm… setelah melihat tempat kerja saya berkali-kali , posisi saya dan rekan -rekan saya , saya sadar bahwa saya masihlah ikan kecil di kolamnya semula
Jadi sebelum saya memutuskan pindah ke kolam yang lebih besar , ada baiknya saya sementara ini membesarkan diri dulu dengan bekerja dan belajar dengan lebih giat, amin. ( kecuali kalo memang ada tawaran yang lebih menggiurkan ha ha ha ha –> mode serakah on ) .
Mmmm.. kalau dilihat – lihat sepertinya internet membuat pertumbuhan sang ikan menjadi terhambat ha ha ha ha ha. Itu berarti saya musti berhenti blogging , chatting , you tube -ing , game-ing ,dll di tempat kerja , yup..harus dimulai dari sekarang–> mode serius on . Hmmm mungkin besok
–> mode serius di offkan kembali.
Oh ya , artikel ini juga sama sekali tidak melarang metode perpindahan ikan kecil kolam kecil ke kolam yang lebih besar , soalnya ada beberapa orang yang berpendapat daripada jadi ikan kecil di kolam kecil mending jadi ikan kecil di kolam besar , lha wong sama-sama kecilnya (–> ikannya ) “^_^
Ngomong – ngomong soal ikan , kog saya jadi lapar yah , mungkin ada baiknya kalau besok menulis artikel tentang makanan dari ikan .. nyam .. nyam.














Recent Comments