Kebencian itu Melemahkan Jiwa

16 01 2009

Seumur hidup aku baru dua kali membenci.

Yang pertama : berasal dari amarah, kemudian timbul rasa tidak suka , kebencian merambat belakangan.  Pelan tapi pasti aku mengotori jiwaku dengan rasa benci yang luar biasa terhadap dirinya.

Yang kedua : berasal dari cinta , dari cinta timbul pengharapan, pengharapan berubah jadi beban, beban mematahkan cinta menimbulkan kehilangan, kehilangan menyebabkan kepedihan, kepedihan menghasilkan amarah, amarah yang bercampur dengan kepedihan menghasilkan kebencian.

Yang pertama menimbulkan kebencian yang tidak berlangsung lama… hanya membakar sesaat kemudian padam di jalan..sehingga yang tinggal di ingatan hanyalah rasa tidak suka , sama sekali tidak ada ingatan tentang kenapa kebencian terjadi atau  kenapa amarah itu pertama kali muncul.

Rasa benci yang pertama membuatku jauh dari Tuhan.

Yang kedua membakar jiwa sedikit demi sedikit seperti alkohol atau candu yang paling sempurna, rasa benci itu membutuhkan waktu yang lama untuk padam karena ia perlahan melemahkan jiwaku sehingga hatiku  perlu waktu yang cukup lama untuk mengenalinya, jika diriku tidak tahu bahwa rasa itu adalah benci … bagaimanakah aku dapat memadamkannya?

Rasa benci yang kedua mengubahku jadi iblis seutuhnya.

Kebencian itu melemahkan jiwa..melemahkan rasa..melemahkan makna. Ia mematikan segala cinta dan toleransi yang tersisa.

Seumur hidup aku sudah dua  kali membenci…

hate

* gambar diambil dari link berikut



Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: